Banyak tanya malam hari. 29 April 2021, 00.23 WIB.

Manusia pasti memiliki ambisi;

Mereka yang terpuas pun memiliki tujuan dengan jangka sependek apapun;

Dan mereka yang haus pun lebih jelas tanpa terkecuali.

Maka, mudah bukan untuk menjawab kehadiran aku disini;

Aku ingin sesuatu.

Aku menunggu dalam diam.

Aku menunggu suatu kesempatan.

Suatu pertemuan tanpa rekayasa, hanya probabilita;

Suatu pertemuan organik, pertemuan yang dapat menghidupkan.

Lantas, disinilah aku, menunggu waktu tiba.

Namun tanya selanjutnya ialah “Mengapa aku menunggu?”

“Tak lebih baik mengeluarkan segalanya?”, kata mereka

“Tak lebih baik berani mencoba sebelum gagal?”, kata mereka

“Tak lebih baik untuk gagal di atas lapangan dibandingkan dalam pikiran?”, kata mereka

Saya diam, Saya berfikir. “Kegagalan adalah hanya milik mereka yang memilki”, Saya jawab. “Memiliki kesempatan kedua; memiliki peruntungan tak sedikit,

--

--

Senin, 30 Juni 2022. 08.45. 10,000 MDPL. GA404 DPS-JKT

Ajari aku bagaimana caranya jatuh cinta tanpa ragu
Caranya berjalan ke depan tanpa melihat ke belakang
Caranya berlari kencang tanpa pikiran untuk diam

Dewasa ini aku sadar harus kita yang mencari
Dunia akan terus berputar dengan atau tanpamu
Tetapi ia tidak akan bergerak ke arah mu, bila kau tidak kearahnya

Dewasa ini seorang pria yang harus mengambil aksi
Tanpa kantin, kelas, dan segala ruang diantaranya,
Semuanya harus direncanakan dengan sengaja

Persetan lah dengan segala layar kaca
Menghilangkan kesempatan bertemu yang baru tanpa sengaja
Menjadikan kisah tak lagi seromantis kemarin kala
Dimana sebuah cinta dimulai dari buku jatuh yang diambil bersama

Ajari aku cara bercinta tanpa ragu
Tanpa perlu membandingan yang nyata dan yang fana

--

--

Maghrib ke 23 akhirnya tiba
Namun layar kerja masih didepan mata
Sore ini rasanya sangat berbeda
Nafsu makan pun tidak terasa

Keluar kamar ku turun tangga
Disambut bunda bersama rendangnya
“Mau makan apa?” tanya dia
Balasku “gak tau, nanti aja”

Maghrib ke-23 akhirnya tiba
Tapi kenapa begitu tidak terasa
Hari berjalan seperti biasanya
Kosong nafsuku dan terasa hampanya

Jujur akupun tidak mengenalinya
Seorang aku yang diam saja
Biasa piring sudah penuh aneka
Sekarang isi gelas pun masih tersisa

Maghrib ke-23 akhirnya tiba
Aku sudah tau sebabnya kenapa
Hari ini hanya ragaku saja
karena pikiranku masih disana

Ah iya betul itu sebabnya
Sudah seharian memikirkannya
Sambil tiduran ataupun bekerja
Pikiranku tak lepas dari dia

--

--

It feels good to be alone, but not lonely.

No explanations, but emptiness.

Should love be limited to believe?

Believe is more powerful than love.

But love should empower believe,

not withhold believe.

Countless interactions between beings,

yet meaning is to scarce to begin with.

Meaning comes from the power of an answer,

yet answer comes from the might of a question.

Thus such might oppose the easiness of meaning?

The quest to find is set by owns mind.

Once such mind is limited, does meaning resurface?

Probably just form of illusion, but that would suffice to calm the storm of the mind.

So, “can love overthrown believe?”

Yes I would love, but not that I believe

Matur Suksma

--

--

Halo, kenalkan sahabatku,
Sendiri, ialah guruku yg paling setia.
Ia mengajarkanku dalam hal mengikat waktu bersama temanku sewaktu kecil, Khianat.

Kami sering kali belajar bersama pada kegelapan dini hari.
Bersama tangisan jangkrik,
tatapan purnama,
pelukan angin,
dan teman kami yang satu lagi, Sepi yang Absolut, pemilik ruang tunggu abadi.

Diriku, Sendiri, Khianat, dan Sepi selalu membatu, dalam urusan menggenggam tangannya Rindu.
Si semesta paling sempit,
bahagia paling sakit,
gula paling pahit.

Kami adalah 4 sahabat terikat takdir,
meniti bintang-bintang yang memohon hati mu.
Hati yang membekukan api
mengeringkan laut,
menggelapkan putih,
dan menyayangkan maut.

Kami menyelami tanda tanya di bawah lapisan dingin hati mu.
Dinginnya hatimu yang tidak bisa memadamkan gelora parasmu,
yang justru membekukan arah pandangku.

ditulis pada 2016

--

--